rik_pojok { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

WELCOME TO RAFSANZ'S BLOG

----------SPORT NEWS----------

Sabtu, 22 Mei 2010

Stadion Baru, Please!!

Kondisi lapangan yang berat menjadi trend topic malam ini di ruang ganti pemain Persib setelah Maung Bandung mengalahkan tamunya Sriwijaya FC dengan satu gol dari kaki kiri Christian Gonzalez.

“Alhamdulilah kita dapat mengamankan 3 poin kandang walau lapangan berat karena sebelumnya dipakai final LSI U21 dan upacara pihak keamanan. Mudah-mudahan kita dapat menyikat 2 laga berikutnya,” kata manajer tim, H Umuh Muhtar.
Persib vs Sriwijaya FC
“Dengan lapangan berat, SFC menggunakan strategi serangan balik, mereka menempatkan Obiora dan Solomin didepan dan Kayamba Gumbs dibelakangnya. Namun kami berhasil mengantisipasinya,” ungkap pelatih, Yusuf Bachtiar.
“Lapangan sangat berat, menyulitkan saya untuk menggiring bola, sehingga memudahkan mereka melakukan pressing kepada kita. Babak kedua Sriwijaya FC berhasil melakukan perlawanan bagus,” cerita winger, Atep.
“Kita banyak melakukan umpan-umpan lambung kedepan, padahal itu bukan ciri permainan kita. Kita sulit memperagakan permainan dari kaki ke kaki karena lapangan berat,” cetus playmaker, Eka Ramdani.
Persib vs Sriwijaya FC 2009-2010
“Lapangan berat,” singkat worker, Hariono.
Tak ayal, selama dua kali pertandingan terakhir Maung Bandung di stadion Siliwangi, bobotoh kerap menyanyikan yel-yel tentang stadion baru.
“Mana janjinya? Mana janjinya? Stadion baru? Mana janjinya? Mana janjinya? Stadion baru?” Teriak bobotoh.

Grafik Kekerasan Bobotoh Cenderung Meningkat

Laga pada tanggal 26 mei 2010 antara Persib Bandung vs Persiba Balikpapan sudah pasti tidak mendapat izin dari kepolisian Kota Bandung. Panitia pelaksana (Panpel) Pertandingan Persib Bandung sudah menerima surat resmi dari Kasat Intel Polwiltabes AKBP Bachtiar Purnama.

Pertimbangan dilarangnya menggelar partai ini di Bandung adalah adanya indikasi kejadian dari 3 pertandingan terakhir. Pertandingan pertama relatif lancar, kedua ada pemukulan terhadap aparat TNI, dan ketiga puncaknya, ada pelemparan rumah warga, ada pengerusakan mobil berplat B, dan lain-lain. Jadi polisi menyimpulkan bahwa grafik kekerasan bobotoh pasca pertandingan Persib cenderung semakin meningkat.
Polisi mengaku sudah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada bobotoh dan mempersilahkan Persib bertanding. Akan tetapi, bobotoh tidak menghargai kepercayaan tersebut. Dan Polwil harus menunjukan bahwa mereka tidak main-main, terutama terhadap masalah kemanan warga kota Bandung. Apalagi sebelumnya ada pernyataan sikap damai dari perwakilan bobotoh.
Panpel sendiri sudah coba berkonsultasi dgn PT LI. Mereka memberikan masukan untuk menggunakan stadion-stadion di Jawa Tengah.
Panpel sendiri sudah berusaha menghubungi beberapa pengelola stadion. Singaperbangsa sudah tidak bisa dipakai, jangankan Persib, Pelita sendiri sudah tidak diberi izin bertanding di sana. Stadion Soemantri Brojonegoro juga tidak bisa. Stadion Manahan Solo tidak bisa karena dipakai partai Final Divisi Utama. Paling Stadion Jatidiri Semarang,  dimana mereka akan mengabarinya pada hari selasa nanti.
Sedangkan untuk laga terakhir tanggal 30 Mei melawan PSM Makassar, kepolisian belum ada keputusan. Mereka akan melihat situasi dari laga tgl 26 ini, dimanapun nanti akhirnya.

Yusuf: Optimis Ada Jalan Keluar

Segala kemungkinan yang terjadi terhadap pertandingan Persib Bandung melawan Persiba Balikpapan tidak mengganggu persiapan dan konsentrasi tim Maung Bandung. Hal ini ditegaskan oleh asisten pelatih Yusuf Bachtiar dan diamini oleh pelatih Robby Darwis di stadion Siliwangi pagi 22 Mei 2010 ini.

“Pemain dan tim selama ini tidak peduli mau main dimana atau apapun hasil keputusannya nanti, yang penting konsentrasi kita curahkan buat pertandingan nanti” ujarnya kepada wartawan termasuk Simamaung.com.
Menurutnya, solusi terhadap permasalahan ini bukan tanggung jawab tim. Termasuk jika nantinya Persib harus bertanding diluar Bandung, Yusuf percaya, para pemain tidak akan terpengaruh.
Sebelumnya, sekretaris Panpel Budi Bram, mengakui bahwa pihak panpel sudah berkonsultasi dengan PT Liga Indonesia untuk mencari solusi stadion yang bisa dijadikan tempat pertandingan. Beberapa stadion seperti Singaperbangsa, Soemantri Brojonegoro, Manahan, dan Jatidiri. Namun sampai saat ini, belum ada satupun dari beberapa stadion tersebut yang memberikan jawaban positif.
Sedangkan untuk kemungkinan persib terkena WO sesuai peraturan PT LI, Yusuf sangat tidak setuju.
“Semua pihak sebaiknya mengusahakan dahulu agar pertandingan terlaksana. Saya optimis ada jalan keluar lain selain kalah WO,” katanya yakin.
Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Pelatih Robby darwis menyerahkan sepenuhnya permasalahan non teknis ini kepada manajemen.
“Kewajiban kita hanya berlatih, dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan didepan,” singkatnya.

Kalahkan SFC, Persib Kembali Ke Posisi 3

Persib Bandung berhasil memperbaiki posisinya ke posisi 3 klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 setelah dalam pertandingan Senin 17 Mei 2010 mengalahkan Sriwijaya FC (SFC) 1-0 di Stadion Siliwangi Bandung.

Satu-satunya gol Persib dicetak oleh penyerang andalannya, Christian Gonzales di menit 37, setelah berhasil memanfaatkan umpan tembakan bebas Eka Ramdani.
Dengan kemenangan ini, Persib naik ke posisi 3 klasemen LSI dengan menggeser Persiba Balikpapan. Persib kini mengumpulkan poin 50 dari 32 kali bertanding. Sedangkan SFC masih tertahan di posisi 7 dengan raihan poin 44 dari 31 kali bertanding.
Rank   Team Played W D L Goals Diff. Points
1 (1) ARE Arema 32  22  51:20  31  69 
2 (2) PER Persipura 33  18  12  61:31  30  66 
3 (3) PRB Persib 32  15  12  47:34  13  50 
4 (4) PSB Persiba 32  14  10  39:27  12  50 
5 (8) PRJ Persija 32  13  10  39:31  49 
6 (6) PSW Persiwa 33  15  14  56:55  49 
7 (5) PSP PSPS 32  14  13  40:34  47 
8 (7) SRI Sriwijaya FC 32  13  14  43:46  -3  44 
9 (12) PER Persijap 32  12  13  38:44  -6  43 
10 (9) PSM PSM 32  12  13  31:42  -11  43 
11 (10) PER Persela 32  12  15  40:47  -7  41 
12 (11) PER Persema 31  12  14  40:49  -9  41 
13 (15) PER Persisam 32  11  14  34:39  -5  40 
14 (13) PER Persebaya 32  11  15  43:47  -4  39 
15 (14) BFC Bontang FC 31  10  13  45:50  -5  38 
16 (16) PER Persik 32  15  37:54  -17  35 
17 (17) PEL Pelita Jaya 32  15  35:50  -15  33 
18 (18) PER Persitara 32  19  34:53  -19  27 
 

Minggu, 25 April 2010

Ricuh Karena Provokator

Pertandingan Liga Super Indonesia 2009/2010 antara Pelita Jaya dan Persib Bandung yang dilangsungkan hari Sabtu 24 April 2010 di Stadion Singaperbangsa Karawang berakhir ricuh. Pertandingan dihentikan pada menit-menit akhir, di saat tuan rumah Pelita Jaya unggul 2-1.

Secara kronologis, kericuhan memang tidak bisa dilepaskan dari keanehan-keanehan yang terjadi sebelum pertandingan. Pertama, pihak keamanan tidak memberi ijin pertandingan dilangsungkan malam hari. Hal ini otomatis mengubah jadwal ANTV sebagai pemegang hak siar pertandingan liga. Secara otomatis, ANTV pun batal menyiarkan pertandingan.
Pada saat pertandingan, wasit yang bertugas pun sangat tidak tegas dan berat sebelah kepada pihak tuan rumah. Hal ini juga diakui oleh pihak Pengawas pertandingan, setelah pertandingan selesai.
kericuhan terjadi pas Pelita jaya mencetak gol kedua ke gawang Markus. Seorang anngota komisi C DPRD Kab karawang dari Fraksi Demokrat berlari mengibar-ngibarkan bendera Pelita Jaya di depan bench Persib. Tindakan cukup gila ini sempat diusir oleh offisial.
Dan akhirnya, kemarahan bobotoh tidak dapat ditahan. Pertandingan pun dihentikan untuk kemenangan Pelita Jaya.

Jumat, 16 April 2010

Jaya Tutup Perpisahan dengan Puji Bobotoh

VIVAnews - Jaya Hartono, pria yang baru saja melepas jabatannya sebagai pelatih Persib Bandung,
Jaya Hartono, pelatih Persib Bandung (GOSport)
menilai fanatisme bobotoh sangat luar biasa. Fanatisme bobotoh tidak dimiliki oleh berbagai klub di Indonesia.
Berbagai pendapat dari bobotoh diambil positifnya untuk memotivasi tim Persib untuk lebih baik lagi.

“Fanatisme bobotoh sangat fenomenal,” ujar Jaya Hartono saat ditemui wartawan di Stadion Persib, Bandung, Jumat, 16 April 2010.

Menurutnya berbagai kota seperti Malang dan Surabaya telah ia datangi namun tidak ada yang sefanatik bobotoh. Di kota-kota lain fanatisme supporter hanya berada di stadion. Selepas stadion para supporter langsung pulang.

“Bobotoh beda, ini sepanjang jalan dan gang yang dilewati oleh Persib selalu dipenuhi oleh bobotoh,” ujarnya.

Jaya lalu meminta maaf kepada bobotoh jika selama ia menukangi Persib tidak maksimal. Ia mengerti berbagai kekecewaan bobotoh. Dirinya juga merasa sudah menjadi bagian dari Persib Bandung.
Ia lalu menuturkan bagaimana dirinya lebih memilih melatih Persib Bandung padahal dirinya sudah deal dengan Persebaya.

“Saat saya datang ke sini (Persib) saya sudah deal dengan Persebaya karena saya suka Persib dan bobotoh. Bobotoh begitu menghargai," ujarnya.

Ironisnya beberapa hari sebelum mengundurkan diri, Jaya sempat bersitegang dengan salah seorang Bobotoh, Agus Fajar. Jaya sempat menamparnya saat bertandang ke Jepara.
Namun masalah yang berawal dari kesalahpahaman itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak pun sudah meminta maaf.
Laporan: Iwan Kurniawan / Bandung