rik_pojok { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

WELCOME TO RAFSANZ'S BLOG

----------SPORT NEWS----------

Jumat, 16 April 2010

Jaya Tutup Perpisahan dengan Puji Bobotoh

VIVAnews - Jaya Hartono, pria yang baru saja melepas jabatannya sebagai pelatih Persib Bandung,
Jaya Hartono, pelatih Persib Bandung (GOSport)
menilai fanatisme bobotoh sangat luar biasa. Fanatisme bobotoh tidak dimiliki oleh berbagai klub di Indonesia.
Berbagai pendapat dari bobotoh diambil positifnya untuk memotivasi tim Persib untuk lebih baik lagi.

“Fanatisme bobotoh sangat fenomenal,” ujar Jaya Hartono saat ditemui wartawan di Stadion Persib, Bandung, Jumat, 16 April 2010.

Menurutnya berbagai kota seperti Malang dan Surabaya telah ia datangi namun tidak ada yang sefanatik bobotoh. Di kota-kota lain fanatisme supporter hanya berada di stadion. Selepas stadion para supporter langsung pulang.

“Bobotoh beda, ini sepanjang jalan dan gang yang dilewati oleh Persib selalu dipenuhi oleh bobotoh,” ujarnya.

Jaya lalu meminta maaf kepada bobotoh jika selama ia menukangi Persib tidak maksimal. Ia mengerti berbagai kekecewaan bobotoh. Dirinya juga merasa sudah menjadi bagian dari Persib Bandung.
Ia lalu menuturkan bagaimana dirinya lebih memilih melatih Persib Bandung padahal dirinya sudah deal dengan Persebaya.

“Saat saya datang ke sini (Persib) saya sudah deal dengan Persebaya karena saya suka Persib dan bobotoh. Bobotoh begitu menghargai," ujarnya.

Ironisnya beberapa hari sebelum mengundurkan diri, Jaya sempat bersitegang dengan salah seorang Bobotoh, Agus Fajar. Jaya sempat menamparnya saat bertandang ke Jepara.
Namun masalah yang berawal dari kesalahpahaman itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak pun sudah meminta maaf.
Laporan: Iwan Kurniawan / Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar